Tampilkan postingan dengan label 07. MARKANDEYA PURANA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 07. MARKANDEYA PURANA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juni 2018

MARKANDEYA PURANA


HARISCANDRA (bag.1)

Bertahun-tahun yang lampau, pada jaman treta yuga, tersebutlah seorang raja yang adil dan bijaksana bernama Hariscandra. Beliau melakukan banyak perbuatan baik dan dari segi penampilan beliau adalah raja yang sangat tampan. Ketika raja Hariscandra memerintah dibumi, tidak pernah terjadi bencana, wabah ataupun kejahatan.

Suatu hari, sang raja meakukan sebuah ekspedisi berburu ke sebuah hutan. Disana tiba-tiba beliau mendengar suara seorang wanita berteriak, ‘tolong’tolong!’ Maka dengan melupakan binatang buruannya Hariscandra segera pergi ke sana untuk mencari tahu apa yang terjadi. Maka yang didapatkannya adalah rsi Visvamitra yang sedang bermeditasi dalam hutan itu. Melalui tapa brata yang hebat beliau berusaha mendapatkan berbagai pengetahuan yang tidak seorangpun bisa mendapatkannnya. Berbagai pengetahuan yang tinggi itu, salah satunya mengambil wujud sebagai wanita yang berteriak meminta tolong. Hariscandra sama sekali tidak menyadari bahwa wanita itu adalah pengetahuan yang mengambil wujud seperti itu. Ia berpikir bahwa wanita itu adalah wanita sungguhan, yang sedang diserang oleh laki-laki yang bertapa itu. Maka untuk menjalankan kewajibannya sebagai seorang raja yaitu melindungi rakyatnya, ia kemudian mengambil sebuah anak panah dan memasangkan panah itu pada busurnya dan mengancam untuk menyerang Visvamitra.

Visvamitra kemudian menjadi marah dan ketika beliau marah maka wanita yang merupakan perwujudan dari ilmu pengetahuan itu kemudian menghilang. Saat itulah Hariscandra kemudian menyadari siapa yang sebenarnya rsi yang ada dihapannya itu dan menyadari apa yang telah dilakukannya. Tubuhnya gemetar bagaikan pohon beringin yang bergoyang karena tertiup angin. Ia kemudian bersujud dihadapan sang rsi dan memohon ampun kepada beliau,” Maafkanlah hamba,” katanya, adalah kewajiban seorang raja untuk melindungi rakyatnya yang sedang tertimpa kesulitan, karena seorang raja adalah pelindung bagi rakyatnya.”

“Aku mengerti, tuan raja.” Jawab Visvamitra.” Namun karena anda adalah seorang mahir dalam ilmu sastra dan kitab suci maka katakanlah padaku, kepada siapa seharusnya seseorang harus menyumbang dan siapa yang harus dilindungin dan untuk siapa seorang harus bertarung?”

“Seorang raja harus menyumbang kepada Brahmana,” Jawab Hariscandra,” dan orang yang harus dilindungi adalah mereka yang ketakutan dan mereka yang bertarung melawan musuhnya.”

“Kalau begitu.” Jawab Visvamitra,” Aku adalah seorang brahmana maka sumbangkanlah apa yang aku minta kepada mu!”

“Apa yang anda inginkan?” Tanya Hariscandra,” Apakah emas, permata, berlian, anak, istri, kehidupan kerajaan, kota atau barangkali sesuatu yang sulit untuk dipadatkan?”

“Aku menginginkan seluruh dunia ini berserta kota, desa, dan pegunungan yang terdapat didalamnya,” kata Visvamitra.” Aku menginginkan  semua kereta, kuda dan gajah. Aku ingin seluruh kerajaan ini, aku ingin semua permata yang kau miliki, pelayan, dan seluruh rakyatmu. Pendek kata aku ingin segala yang kau miliki, selain kau anak dan istrimu. Berikanlah segala yang kau miliki!”

“Seperti yang anda minta, hamba akan memberikannya,” jawab Hariscandra.
“Bagaimana dengan pakaian dan periasan, yang dipakai oleh istri dan anakmu?” Tanya Viswamitra,’ Maka sesuai dengan janjimu maka semua itu adalah milikku. Kau hanya boleh memakai pakaian kulit kayu. Dan karena aku tidak ingin kau ada di wilayah kerajaanku maka pergilah ke suatu tempat yang bukan menjadi milikiku”.

Hariscandra sudah siapuntuk melakukan semua itu namun Visvamitra kemudian mencegahnya,” Kau telah melakukan upacara Rajasuya, untuk hal itu aku meminta daksina yang seharusnya kau persembahkan kepadaku!”

“Akan tetapi tuan Rsi, hamba sudah tidak punya apa-apa lagi untuk hamba berikan kepada anda sebagai daksina karena hamba telah menyerahkan kepada anda” Meskipun demikian kau tetap harus memberikan sebuah daksina kepadaku,” kata Visvamitra.

“Baiklah, mohon berikanlah hamba waktu selama sebulan untuk mempersiapkannya. Setelah satu bulan maka hamba akan datang untuk mebawakan daksina untuk anda.”

Dengan persyaratan itu Visvamitra kemudian menyetujui dan menginjinkan Hariscandra untuk pergi. Seluruh rakyatnya merasa bersedih karena harus kehilangan seorang raja yang sebaik Hariscandra dan mereka berusaha mencegah beliau. Namun bagaimanapun juga ia harus meninggalkan kerajaannya demi kepentingan memenuhi janjinya kepada sang Rsi.

Hariscandra memilikiseorang istri yang bernama Saivya. Saat itu Saivya berjalan dengan sangat lamban dan Viswamitra yang melihat hal itu kemudian memukuli punggungnya dengan sebuah tongkat yang besar. Namun tanpa memprotes Hariscandra yang melihat hal itu hanya berkata,” Tuan Rsi kami akan pergi”
Namun lima Visvadeva menjadi sangat sedih atas perlakuan Visvamitra kepada Hariscandra dan Saivya. Mereka kemudian berteriak,”Memalukan! Memalukan!    

Dan membuat sang rsi  menjadi marah. Maka Viswamitra kemudian mengutuk para Visvadeva itu agar telahir menjadi manusia dibumi. Ketika Visvadeva meminta ampun atas tindakannya itu, Visvamitra kemudian mengatakan bahwa mereka tidak akan memiliki anak, dan istri. Dan mereka akan terbebas dari segala kegiatan atau pengaruh dari segala kehidupan manusia. Kelima Visvadeva inilah yang akan menjadi lima putra Drupadi. Meskipun pertanyaan dari Jaimini telah terjawab namun beliau menjadi agak terkesan oleh cerita itu.” Ceritakanlah  lebih jauh tentang Hariscandra,” katanya dan burung itu menceritakan sebagai berikut.

Hariscandra dan Saivya memiliki seorang putrayang bernama Rohitasva, mereka tidak tahu harus pergi ke mana karena mereka tidak diijinkan untuk menempati tempat yang menjadi wilayah kerajaan Visvamitra. Maka salah satunya kota yang bisa ditempati adalah Varanasi yang dinyatakan sebagai tempat manusia, karena kota itu diciptakan oleh Siva sendiri.

Maka mereka kemudian pergi ke sana. Namun ketika mereka akan memasuki wilayah Varanasi maka mereka melihat Rsi Visvamitra berdiri di depan gerbang kota Varanasi.

Satu bulan telah berlalu dalam pengembaaranya dan Visvamitra kembali datang untuk menemuinya dan berkata, “Tuan Raja, mana daksina yang kau janjikan?”

Hari ini adalah hari terakhir dalam tenggang waktu yang anda berikan untuk hamba, namun hari ini beumlah berakhir. Berikanlah hamba waktu hingga akhir dari hari ini maka hamba akan memberikan daksina yang anda minta.” Mendengar hal itu Visvamitra menyetujuinya dan kemudian berjanji untuk datang setelag beberapa saat lagi.

Namun kali ini Hariscandra benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukankan. Kemana ia harus mencari uang itu.

Istrinya kemudian berkata ,” Suamiku juallah aku agar kau bisa mendapatkan uang untuk membayar daksina kepda Rsi Visvamitra.”

Mendengar kata-kata istrinya itu Hariscandra seketika itu juga pingsan. Ketika sadar kembali, ia menyadari bahwa tidak ada jalan keluar yang lainnya. Karena daksina untuk Visvamitra harus dibayar dan kalau tidak maka rsi itu akan mengutuknya. Maka beliau kemudian pergi ke pasar dan mulai menawarkan istrinya itu.

Disana ada seorang brahmana yang juga menonton pemandangan yang mengharukan itu, dan berkata berikan dia kepada ku, aku akan membelinya. Aku membutuhkan seorang pembantu jika istriku sedang sakit, untuk melakukan pekerjaan.”

Hariscandra sebenarnya merasa sangat pedih hatinya , namun tidak ada jalan keluarnya lagi. Maka ia kemudian menerima uang dari brahmana itu dan bersiap siap untuk mengatakan selamat  tinggal untuk istrinya yang baru saja dijualnya. Dan karena Saivya adalah seorang pelayan brahmana maka brahmana itu kemudian menyeret rambut wanita tanpa dosa itu dan memperlakukannya sebagai seorang budak. Akan tetapi Rohitasva tidak mau melepaskan ibunya dan terus mengikuti dan memegang baju yang dipakai oleh ibunya. Ketika brahmana itu mulai menyeretnya maka ia mulai berteriak’Ibu! Ibu!

Saivaya kemudian memohon kepada brahmana itu ,”Mohon beli juga anak hamba. Jangan biarkan aku berpisah dengan anakku juga, karena kalau tidak maka hamba juga tidak akan  bisa melakukan pekerjaan dengan baik. Belilah aku seperti seorang yang membeli seekor sapi dengan anaknya.”

Mendengar hal itu brahmana itu juga membeli Rotasva dan memberikan uang tambahan pada Hariscandra. Brahmana itu itu kemudian mengikat istri dan anak dari raja besar yang yang adalah mantan penguasa dunia. Hariscandra yang menangis pilu atas bencana yang menimpa raja bear keturunan dynasty Surya vamsa itu. Namun tidak ada banyak waktunya untuk meratapi kesedihan itu karena Visvamitra segera datang untuk menagih janjinya. Dan Hariscandra kemudian memberikan semua uang yang didapatkan hasil dari menjual anak dan istrinya itu.

Namun Visvamitra kemudian berkata dengan jijik atas kecilnya jumlah uang yang diberikan kepadanya,”Apakah hanya sejumlah ini yang sanggup kau berikan padaku? Apakah kau mau menghinaku dengan jumlah uang sekecil ini? Maka bersiaplah untuk menerima kutukanku.”

Hariscandra berusaha untuk mencegah Visvamitra, “Hanya ini yang bisa hamba dapatkan saat ini, dan inipun hamba dapatkan dengan menjual anak istri hamba, Namun masih ada seperempat hari lagi yang tersisa. Kembalilah pada saat berakhirnya hari ini maka hamba akan memberikan uang yang anada minta untuk daksina.”

Rsi Visvamitra kemudian pergi. Semetara itu Hariscandra berdiri di tengah pasar itu dan mulai berteriak, “ Siapa yang mau membeli diriku? Siapa yang membutuhkan seorang pelayan? Belilah aku sebelum matahari tenggelam ke ufuk barat.”

Maka deva Dharma sendiri yang kemudian datang dalam wujud seorang Candala (orang buangan). Badannya kotor dan bau tubuhnya sangat busuk. Wajahnya tidak dicukur rapid an giginya menonjol keluar. Suaranya sangat kasar dan di tangannya terdapat beberapa bangkai burung dan kalung tengkorak mengge;ayut ditubuhnya dan ia juga memakai sebuah tongkat. Disekelilingnya terdapat banyak anjing jalanan dan penampilannya benar-benar membuat semua orang akan menjauhinya.

“Aku akan membelimu.” Kata chandala itu, “ Namaku adalah Pravira, dan aku mengurus semua mayat yang ada di kota ini”

Usul itu sangat memberatkan Hariscandra. Karena bagaimanapun seorang raja yang terlahir dari golongan dynasty Surya Vamsa harus menjual dirinya pada seorang candala? Namun rsi  Vismamitra kemudian datang dan menyuruhnya untuk menjual dirinya pada candala itu.

Sang raja itu kemudian jatuh bersujud di kaki sang rsi dan berkata,” Aku adalah budakmu aku akan melakukan apa yang kau minta untuk aku lakukan. Tapi mohon jangan suruh aku aku untuk menjual diriku pada candala itu.

Sang candala itu kemudian membayar uang pada rsi Visvamitra. Ia kemudian mengikat Hariscandra dan membawanya pulang ke rumahnya. Disana  dirumah snag candala Hariscandra bekerja sambil meratapi nasibnya yang menimpa dirinya begitu tragis. Setelah beberapa hari , candala itu kemudian  memberikannya kepercayaan untuk mengambil pakaian orang mati sebelum mayat mereka dibakar. Seperenam dari apa saja yang didapatkan dari sepeninggalan orang mati  itu harus diberikan pada raja. Sedangkan setengah dari hasil kerjanya akan diberikan kepada candala dan sisanya yaitu dua pertiganya lagi akan diberiakan pada Hariscandra  sebagai janjinya.

Smasana (Kuburan) terletak di sebelah selatan kota Varanasi. Ratusan serigala ada disana debu debu hitam memenuhi angkasa dan tengkorak manusia yang bertebaran dimana-mana menimbulkan bau yang tidak enak. Ini adalah tempat yang sering dikunjungi oleh para hantu, asura, anjing, dan serigala. Ratapan para keluaga yang ditinggalkan olehborang yang mati terdengar menggema menimbulkan rasa haru, sementara itu burung-burung duduk di atas tulang rangka yang berserakan . hanya para chandala yang menyenangi pemandangan seperti itu. Bahkan Yama sendiri akan merasa ketakutan melihat pemandangan seperti itu, namun Hariscandra justru harus bekerja di tempat seperti itu. Tubuhnya menjadi sangat menkutkan, kotor dan dilumururi oleh debu  setelah bekerja di tempat itu. Dia tidak pernah memperoleh kesempatan untuk tidur.

Ketika Hariscanda telah menghabiskan waktunya selama dua belas bulan di Smasana itu, ia bermimpi dirinya akan menghabiskan waktunya selama dua belas tahun , tinggal di tempat itu. Ini sangat menggocangkan jiwanya dan membuatnya kehilangan kesadaran. Ia telah melupakan semua tentng anak dan isterinya.

Sementara itu Rohitasva telah meninggal karena digigit seekor ular berbisa, dan Saivaya membawa mayatnya ke pekuburan itu. Namun Hariscandra tidak mengenal istrinya dan anaknya lagi. Dn selain itu penampilan Hariscandra juga sudah sangat berubah maka istrinya tidak bisa mengenalinya lagi.

Akan tetapi setelah beberapa saat mereka kemudian saling mengenali satu sama lain dan mereka jatuh pingsan menyadari nasib buruk yang menimpa mereka. Ketika mereka sadar kembali, mereka saling memeluk dan meratapi  nasib buruk yang menimpa mereka. Takdir telah membuat mereka tidak sanggup menahan diri untuk menghadapi peristiwa yang sangat tragis itu, sehingga mereka kemudian memutuskan untuk membunuh diri dengan masuk ke dalam kobaran api.

Akan tetapi sebelum mereka dapat melakukan semua itu, para deva kemudian datang dengan dimpin oleh indr, dan mereka mencegah pasangan yang malang itu untuk melakukan  bunuh diri. Dharma dan Visvamitra kemudian datang juga dan para deva kemudian menyatakan bahwa nasib merea memang telah ditakdirkan untuk seperti itu maka agar suami istri ini bisa pergi ke surga dengan tubuh fisik mereka . Indra kemudian memericikkan amrta ke tubuh Rohitasva sehingga anak itu hidup kembali. Dan Visvamitra  juga membuka tangan persahabatan untuknya.

Akan tetapi Hariscandra menolak untuk pergi ke surga,” Kewajiban ku adalah untuk rakyatku,”katanya.” Aku harus kembali ke kerajaanku untuk melihat bagaimana keadaan rakyatku. Aku tidak bisa pergi ke hutan jika mereka pergi ke neraka maka aku juga akan pergi kesana untuk mengikutu mereka.”

Indra kemudian berkata,” tuan Raja. Bagaimana bisa seluruh rakyat anda bisa pergi ke surga? Mereka masing maisng memiki pahala dan dosa yang mereka harus menebusnya”

Hariscandra kemudian menawarkan pahala yang didapatkannya pada msing masing-masing  rakyat . melihat hal itu maka sebuah wimana datng dan membawa semua penghuni kerajaan Ayodya ke sana. Kemudian Rohitasva diangkat menjadi raja disana.

MARKANDEYA PURANA


RSI VASISTHA DAN RSI VISVAMITRA (bag.2)

Vasistha adalah pendeta kerajaan, sekaligus penasehat Hariscandra. Ketika Vasistha tahu bahwa apa yang menimpa rajanya adalah karena ulah rsi Visvamitra, namun beliau tidak bisa berbuat apa-apa karena beliau sendiri sedang berada di tempat  yang jauh dan melakuka tapasya.

Namun ketika kembali, dan mengetahu bahwa semua itu adalah ulah rsi Visvamitra, maka beliau kemudian mengutuk  Visvamitra agar kelak lahir sebagai seekor burung . Visvamitra juga mengutuk nya agar kelak juga lahir menjadi seekor burung. Karena  keduanya adlah rsi yang sakti maka keduanya pun menjadi seprti kutukan masing-masing.

Kedua burung ini berwujud sangat besar dan mulai bertarung di angkasa. Kepakan sayap mereka membuat pegunungan menjadi berhamburan debu. Bumi pun menjadi bergetar dan  terjadi bencana gempa bumi yang melanda wilayah yang dekat dengan kedua burung itu. Karena bencana ini, semua mahluk mulai menderita dan berlarian kesana kemari meminta bantuan kepada para deva.

Brahma dan para deva yang lainnya tiba di tempat dimana pertarungan sedang berlangsung. Brahma kemudian meminta mereka untuk berhenti, namun mereka tidak mereka tidak mau mendengarkannya. Maka Brahma kemudian menghilangkan wujud burung yang mereka pakai dan merubahnya menjadi wujud mereka yang semula. Beliau memberitahu Vasistha bahwa tidak ada alasan baginya untuk marah kepada Visvamitra  karena hanya dengan cara itulah Visvamitra bisa membuat Hariscandra bisa masuk surga. Kedua Rsi itu kemudian merasa malu pada dirinya masing-masing.

MARKANDEYA PURANA


MAHAMATI DAN SUMATI (bag. 1)

Dalam garis keturunan para Bhargava terdapatlah seorang brahmana bernama Mahamati yang memiliki seorang putra bernama Sumati.

Pada suatu hari Mahamati memberitahukan putranya, Sumati layanilah gurumu dan pelajarilah Veda. Selanjutnya kau harus menikah dan memiliki keturunan. Jika keturunanmu telah tumbuh dewasa maka pergilah kehutandan di hutan hendaknya kau mempelajari kitab suci, khususnya apa yang disebut sebagai Brahma jnana, pengetahuan kesempurnaan yang memberikan kesempurnaan.

Sumati  tidak menjawab perkataan orang tuanya  dan hanya diam saja. Akhirnya Sumati berkata, Ayah, apa yang ayah sarankan padaku telah ku coba melakukannya beberapa kali. Aku telah mempelajari kitab suci, Aku mengetahui 10000 kali kelahiranku yang lampau. Aku telah memiliki banyak ayah, ibu, teman, musuh dan banyak istri. Aku telah melihat berbagai jenis penderitaan dan kebahagiaan. Aku juga telah merasakan berbagai penyakit. Aku telah beberapa kali terlahir sebagai Brahmana, Ksatria, Vaisya, dan sudra, sebagai cacing, binatang dan burung. Aku pernah menjadi orang kaya dan menjadi orang miskin. Aku juga pernah membunuh dandibunuh. Aku sering tertawa dan sering menangis menghadapi kehidupan. Aku masih teringat semua kejadian masa lampauku, pengetahuan tertinggi yang anda ceritakan padaku sudah aku ketahui selama ini. Lalu mengapa aku harus menyusahkan diri untuk mempelajari semua kitab suci?

Mahamati sangat terkejut oleh perkataan anaknya, Nak mengapa anaku yang semula pembisu tiba-tiba berbicara? Apakah telah terjadi sebuah keajaiban? Katakanlah bagaimana kau bisa memperoleh pengetahuan seperti itu. Katakanlah apa yang terjadi pada dirimu sebelumnya. Sumati kemudian menceritakan tentang masa lampaunya. Dan atas pahala yang didapatkannya ia kini berhasil menjadi seorang Jatismara, yaitu orang yang mengetahui masa lampaunya.

Ia memberitahukan ayahnya tentang orang-orang baik  yang selalu mengikuti jalan dharma dan mati dengan bahagia. Dengan kata lain mereka mereka yang selalu mengikuti jalan yang tidak benar akan mati dengan cara tidak membahagiakan. Jika seseorang pendosa mati maka pelayan Yama akan datang untuk menjemput mereka. Dan jalan menuju istana Yama sangat menakutkan dan dipenuhi dengan berbagai jenis siksaan. Terkadan gada kobaran api yang harus dilalui, kemudian ada lubang yang dalam untuk menjebak para pendosa itu. Para pendosa harus berjalan selama 12 hari sebelum mencapai istana Yama. Para menteri Yama adalah Mrtya, Kala, Antaka, dan mereka ini memiliki wajah yang menakutkan. Yama sendiri memiliki beberapatangan yang memegang tongkat dan sebuah jerat kematian. Ada berbagai jenis neraka yang diperuntukkan bagi para pendosa. Para pembohong dan mereka menjadi saksi palsu akan akan masuk keneraka yang bernama Rourava. Di neraka ini mereka dilemparkan kedalam bara api dan menjerit kesakitan.  Setelah neraka Rourava mereka juga akan pergi ke neraka yang lainnya. Dan setelah mereka menjalani kehidupan di beberapa neraka maka mereka akan terlahir sebagai burung, cacing, serangga, binatang, nyamuk, sapi, kuda, gajah, kemudian pepohonan dan manusia. Pertama kalinya mereka akan menjadi manusia yang rendah, berpunggung bongkok, berwajah buruk, dll. Dan jika ia mendapatkan beberapa pahala maka perlahan-lahan ia akan lahir menjadi sorang sudra, vaisya, ksatriya, dan brahmana. Namun jika seorang melakukan dosa, maka ia akan kembali menjadi wujud semula dan bahkan akan mundur ke tingkatan yang lebih rendah.

Sumati kemudian mengatakan pada Matahari tentang apa yang terjadi pada mereka yang melakukan perbuatan yang baik. Setelah kematiannya kemanapun ia pergi maka para gandharva selalu mengikuti mereka dan para apsara akan selalu menari disekelilingnya. Kereta Ilahi turun padanya dan berhiaskan segala ornament surgawi. Ketika periode waktu pahalanya telah habis maka mereka akan terlahir kembali ke bumi menjadi sorang raja, atau orang terhormat dan melanjutkan perbuatannya uttuk menentukan sebagai apa ia kelak jika lahir kembali atau jika mereka bisa mencapai pembebasan maka mereka tidak akan terlahir kembali.

Sumati telah memberitahukan Mahamati tentang neraka yang dikenal Raurava. Namun ia masih ingin mengetahui tentang neraka yang lainnya. Maka Sumati kemudain menceritakan tentang neraka yang disebut Maharourava, Tamo, Nikrintana, Apratistha dan Taptakumbha.

MARKANDEYA PURANA


KEHIDUPAN LAMPAU SUMATI (Bag. 2)

Tujuh kehidupan yang lampau, Sumati lahir sebagai seorang vaisya . ia telah menghalau seekor sapi yang ingin minum di sebuah sumur. Dan karena itu adalah sebuah dosa maka setelah kematiannya, ia bergabng dengan para pendosa yang lainnya, dalam sebuah neraka yang dipenuhi dengan nyala api. Selama seratus tahun ia berada di neraka itu. Pada suatu hari , sebuah desiran angin menghembus di neraka dan membawa sedikit kesejukan bagi para pendosa yang seang kehausan dan kelaparan. Mereka sangat heran dan memandang sekelilingnya dan melihat yama sedang membawa seorang pendosa. Orang itu memandang pada Yama dan bertanya, “Katakanlah Yama mengapa aku dibawa ke tempat ini? Apa dosaku? Seiingatku aku selalu mengikuti perbuatan Dharma dan selalu menjadi raja yang baik bagi rakyat Videha. Lalu apa menjadi dosaku?”

Yama kemudian menjawab” Dosamu hanya sebuah dosa kecil, kau memiliki dua orang istri Pivari dan Susobhana. Suatu hari Pivari sangat membutuhkanmu, namun sebaliknya kau malah pergi ke tempat Susobhana. Ini adlah sebuah dosa. Ini adalah sebuah dosa yang mebuatmu harus mendekam dalam penjara ini. Sekarang kau telah bebas dank au boleh pergi kemana saja kau suka untuk menikmati semua pahala yang kau miliki”

Akan tetapi sang raja tidak mau                 pergi karena beliau ingin melihat dan mengetahui mengapa par pendosa itu bisa berada disana,” Mengapa burung-burung gagak itu menghancurkan mata mereka, mengapa mereka direbus dalam air yang mendidih. Apa salah mereka?” Tanya sang raja. Para pengawal Yama kemudian menjawab
Setiap orang harus mendapatkan pahala dan dosa masing-masing. Jika sebuah pahala telah dinikmati maka pahla itu akan habis. Demikian juga bila seorang pendosa telah menghabiskan semua dosa-dosanya, maka dosa dan hukumannya yang harus dijalaninya juga telah habis. Untuk dosa yang besar hukuman nya juga besar dan dosa kecil hukumannya juga ringan. Sedangkan untuk punya yang kecil maka pahala yang diterima juga akan kecil, sebaliknya. Segalanya telah diatur sedemikian rupa sehingga tidak aka nada kesalahan sedikitpun.

Mereka yang mamandang rendah dengan iri terhadap kekayaan orang lain maka matanya akan dikeluarkan oleh burung-burung gagak neraka. Mereka yang menghina kitab suci dan meterjemahkan secara tidak benar maka lidahnya akan ditarik keluar oleh burung-burung buas yang ada dineraka. Mereka yang membuat permusuhan  dalam keluargavatau hubungan  seseorang maka tangannya akan dipotong. Mereka yang mencuri atau menyebabkan penderitaan pada orang lain maka ia akan dilemparkan ke dalam pasir yang panas. Mereka yang berbohong akan dipotong tangannya dengan sebuah pedang yng tajam. Mereka yang menentang orang tua atau mereka yang lebih tua akan dibakar tangannya. Mereka yang menghina para guru, brahmana deva dan kitab suci akan dipasangkan anting besi di telinganya. Mereka yang menghacurkan kuil akan dikuliti tubuhnya. Mereka yang pada saat diperlukan oleh anak anaknya, istri, pelayan atau temannya, namun sebaliknya malah meninggalkan mereka akan diberi daging mereka sendiri. Mereka yang mencuru akan berhadapan dengan kalajengking beracun dan cacing beracun. Meeka yang hanya makan sendiri tanpa memberikan kepada pelayan atau kerabatnya akan dipaksa untuk memakan bara api.

Seorang brahmana yang mengambil uang dari seorang pendosa akan terlahir sebagai seekor keledai. Seorang brahmana yang mau menjadi pendeta bagi seorang pendosa, maka ia akan lahir sebagaiseekor cacing. Mereka yang menginginkan kekayaan orang lain akan terlahir sebagai sebagai seekor anjing. Mereka yang menghina menantu perempuannya akan terlahir sebagai burung merpati. Pencuri juga lahir sebagai seekor cacing. Penghianat akan terlahir sebagai seekor ikan. Mereka yang mencuri bahan pangan akan terlahir sebagai seeokor tikus. Mereka yang makan makanan yang tidak dipersembahkan pada para deva akan terlahir sebagai burung gagak. Mereka yang mencuri makanan orang lain akan terlahir sebagai lalat. Pencuri beras akan lahir sebagai kucing. Pencuri ikan lahir sebagai jangkrik. Mereka yang mencuri wewangian akan terlahir sebagai rayap. Mereka yang mencuri kayu orang lain terlahir sebagai semut.

Raja Videha sudah mendapatkan jawaban dari apa yang ingin diketahuinya dari pengawal Yama. Pengawal Yama itu kemudian berkata,” Sekarang waktunya untuk pergi ke surga, ayo, bersiaplah!” Akan tetapi para pendosa yang ada disana berteriak, “Raja , jangan tinggalkan kami, ketika anda berada disini desiran angin yang lembut bertiup dan menghilangkan penderitaan kami. Mohon jangan pergi,”

Melihat hal yang memprihatinkan itu maka raja Videha tidak mau meninggalkan neraka. Para pengawal Yama berusaha untuk mencegahnya, namun ia tidak bisa dihalangi oleh siapapun karena tekadnya sudah bulat. Bahkan deva Dharma sendiri yang datng kesana untuk memintanya meninggalkan tempat itu namun sang raja menolaknya. Sang raja menawarkan pahala yang dimilikinya pada para penguhuni neraka itu dan mereka pun terbebas dari tempat yang menakutkan itu, sedangkan raja Videha kemudian dijemput oleh sebuah kereta ilahi yang akan membawanya ke surga, atass perbuatan murah hati yang dilakukannya.

MARKANDEYA PURANA


ANASUYA (bag.3)

Sumati kemudian memberitahukan sebuah cerita lain pada ayahnya. Tersebutlah sebuah kota yang bernama Pratisthana. Di kota itu tinggal seorang brahmana yang menderita penyakit lepra, namun istrinya dengan setia selalu melayaninya. Dia meminyaki, memandikan dan menyuapi suaminya. Akan tetapi suaminya brahmana itu memiliki sifat yang kasar dan sering memarahi istrinya. Namun sang istri selalu melayani suaminya dengan penuh kesetiaan.

Pada suatu hari, brahmana ini ingin berpergian pada malam hari. Dan sang istri memapahnya keluar rumah menuju tempat yang diinginkannya. Saat itu langit sangat gelap dan satu-satunya cahaya yang tampak adalah kilatan petir yang menyambar. Pada saat yang bersamaan rsi Mandavya sedang tertidur dijalanan yang gelap itu, dimana pada saat melangkah, sang Brahmana menginjak tubuh sang rsi. Maka rsi Mandavya kemudian mengutuknya “Orang yang menyentuh kakiku akan mati segera setelah matahari terbit.” Mendengar hal itu, maka sang istri kemudian berkata, “Biarlah matahari tidak terbit selamanya”

Karena istri dari brahmana ini telah mengumpulkan banyak pahala maka dengan melayani suaminya, maka matahari pun berhenti bersinar. Berhari-hari telah berlalu dan para deva terkejut mengetahui matahari tidak bersinar lagi. Apa yang akan terjadi pada bumi jika matahari tidak bersinar lagi. Dalam keadaan panic mereka kemudian pergi menghadap deva Brahma, untuk meminta nasehat beliau. Brahma menyadari apa yang telah terjadi dan ini semua disebabkan oleh kekuatan wanita yang sangat setia pada suaminya, seorang Pativrata. Maka untuk menghadapinya harus digunakan kekutan Pativrata juga. Dan telah ditentukan bahwa orang yang memiliki kekuatan seperti itu hanyalah Anasuya, istri  dari Rsi Atri. Beliau kemudian meminta para deva untuk memohon pada Anasuya agar bersedia menyelamatkan bumi. Setelah melakukan hal itu maka anasuya berjanji untuk membantuagar matahari bisa bersinar kembali. Anasuya kemudian pergi pada wanita yang menjadi istri dari brahmana yang dikutuk agar mati setelah matahari terbit, Anasuya kemudian meyakinkan bahwa suaminya akan dihidupkan kembali.

Setelah sepuluh hari berlalu, dalam kegelapan maka matahari pun bersinar kembali. Dan seperti kutukan itu, maka brahmana itu pun mati segera setelah bersinar kembali, namun karena Anasuya telah memiiki sakti Pativratanya maka dia menjamin brahmana itu akan lahir kembali, dan hidup selama seratus tahun. Brahmana itu tidak hanya mendapatkan kembali nyawanya namun juga mendapatkan kesehatannya sempurna tanpa cacat tidak sperti sebelumnya. Para deva sangat bahagia dan menghujani bunga kepaada Anasuya karena jasanya membuat matahari bersinar kembali. Dan mereka juga memberikan sebuah anugrah padanya, dan anasuya meminta agar Brahma, Visnu dan Siva lahir sebagai anaknya.

MARKANDEYA PURANA


CANDRA, DATTATREYA DAN DURVASA (bag. 4)

Putra Brahma yang kedua adalah rsi Atri. Setelah beberapa tahun berlalu maka Brahma kemudian lahir sebagai anak dari Atri dan Anasuya. Anak ini tiada lain adalah deva bulan yang bernama Candra. Visnu juga lahir sebagai anak mereka yang bernama Dattatreya. Dan Siva terlahir sebagai Durvasa.

Tersebutlah seorang raja yang bernama Krtavirya. Setelah beliau wafat, para mentrinya ingin agar anaknya yang bernama Arjuna diangkat menjadi raja menggantikan ayahnya. Akan tetapi Arjuna menolaknya. “

“Aku tidak ingin menjadi seorang raja lalu pergi ke neraka,” katanya ,”Lebih-lebih lagi, pajak yang aku minta minta dari rakyat terlalu banyak untuk ak urus. Para pedagang menyumbang 1/6 dari penghasilan mereka , demikian pula para petani dan nelayan. Seorang raja tidak boleh mengambil lebih dari yang diperuntukkan darinya, karena kalau tidak maka ia akan masuk  neraka. Lagipula pajak diberikan pada seorang raja agar ia mau melindungi rakyatnya. Dan setelah pajak diterima oleh raja,maka kewajibannya adalah untuk melindungi mereka yang memberikan pajak padanya, karena kalau tidak maka neraka akan menunggunya. Aku tidak mau menjadi seorang raja jika tidak menjadi raja terbaik di seluruh muka bumi ini.”

Diantara para meneterinya terdapatlah seorang rsi yang bernama Garga. Mendengar apa yang dikatakan oleh Arjuna maka, beliau menyarankan untuk memohon petunjuk pada rsi Garga, yang tinggal di pegunungan Sahya. Datattatreya kemudian memberitahukan Arjuna tentang cara untuk menjadi raja yang baik. Kepada rsi Dattatreya lah para Deva meminta perlindungan ketika para Asura menyerangnya.

Para deva dan asura telah bertarung dalam sebuah perang perang yang dasyat. Pemimpin para asura adalah Jambha. Sementara itu para deva akhirnya kalah dan melarikan diri kesana kemari. Dan ketika mereka menemui gurunya, Brhaspaati mak beliau menyarakan untuk memohon kepada rsi Dattatreya.

Maka deva kemudian pergi ke asram sang rsi dan berusaha untuk membuat beliau berkenan. Mereka mempersembahkan makanan dan kalung bunga. Mereka akan bersiri jika sang rsi hendak berdiri dan berjalan jika sang rsi mau berjalan, pendek kata para deva berusaha dengan segala cara untuk membuat sang rsi berkenan padanya. Akhirnya sang rsi berkata,” mengapa kalian selalu mengikuti ku dan melayaniku secara berlebihan seperti itu? Apa yang kalian ingin kan dariku?”
Para deva kemudian memberitu tentang masalah yang sedang dihadapinya. Maka sang rsi kemudian meminta para deva untuk menantang para asura sekali lagi. Akan tetapi perang itu harus terjadi dihadapan depan sang rsi, karena pancaran mata sang rsi akan membuat kekuatan para asura menjadi lemah. Mereka kemudian melakukan seperti yang disarankan oleh sang rsi, dan menantang para asura untuk bertarung sekali lagi. Ketika mereka hamper dikalahkan oleh paa asura maka mereka kemudian lari ke pertapaan rsi Dattatreya. Para asura yang tidak mengetahui tentang rencana yang akan dilakukan oleh para deva itu segera mengejar lawannya. Disana mereka mendapatkan devi Laksmi , istri Visnu sedang bersama rsi Dattatreya yang tidak lain adalah salah satu inkarnasi Visnu.

Laksmi yang cantik dan anggun itu membuat para asura seketika itu juga melupakan musuh-musuh mereka yaitu para deva. Mereka memutuskan untuk menculik sang devi dan membawa beliau dengan sebuah tandu yang mereka angkat di bahunya masing-masing, dan bersiap siap untuk pulang ke istananya. Rsi Dattatreya kemudian memberitahukan para  deva bahwa ini adalah waktu yang tepat bagi para deva untuk menyerang mereka. Jika Laksmi berada di kaki seseorang maka itu berarti orang itu akan mendapatkan harta dan rumah yang mewah. Jika laksmi berada di pangkuan seseorang maka orang itu akan mendapatka seorang anak, dan jika Laksmi berada dihati seseorang maka ia akan mendapatkan apapun yang diinginkannya. Akan tetapi Laksmi berada di atas kepala maka itu berarti bahwa orang itu akan ditinggalkan olehnya, menghadapi masalah besar. Dan karena itulah yang terjadi pada asura itu maka ini adalah waktunya untuk menyerang mereka. Maka para deva tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu dan segera menyerang para asura dengan berbagai senjata yang mereka miliki.

Setelah mendengaarkan cerita itu maka Arjuna kemudian pergi ke pertapaan rsi Dattatreya. Ia kemudian melakukan penghormatan yang selayaknya untuk sang rsi. Rsi Dattatreya berkenan atas pelayanan yang dilakukan oleh Arjuna dan menganugrahkan  sebuah anugrah kepadanya. Sebenarnya menginginkan beberapa anugrah. Ia menginginkan anugrah agar bisa menahklukkan musuh-musuhya, tak terkalahkan dalm perang. Memiliki seibu tangan dan bisa pergi kemana saja sesuka hatinya dengan bebas, dan mati di tangan orang yang terbaik diantara manusia. Dan anugrah itupun diberkati oleh sang rsi. Dan akhirnya Arjuna pun dinobatkan sebagai raja Kerajaan Haihaya.

MARKANDEYA PURANA


VARUTHINI

Tersebutlah seorang Brahmana yang ketampanannya mengalahkan dua Asvini. Brahmana ini sangat terpelajar dalam bidang sastra agama dan juga adalah orang yang baik sekali. Ia tinggal disebuah kota yang bernama Arunaspada. Di pinggir sungai Aruna. Ia sangat senang memiliki tamu. Dan satu-satunya keinginan  yang dipendam oleh brahmana ini adalah agar bisa melihat seluruh dunia.

Pada suatu kali seorang tamu mendantangi rumah brahmana ini. Tamu ini sangat pintar dalam meramu obat dan menggunakan mantra. Tamu ini menggambarkan pada sang brahmana tentang isi seluruh dunia, tentang berbagai Negara, sungai, pegunungan dan tempat ziarah yang harus dikunjungi oleh orang-orang spiritual.

Sang Brahmana kemudian bertanya pada sang tamunya, “Sebenarnya anda tidak terlalu tua, anda masih muda. Katakanlah bagaimana anda bisa mengetahui begitu banyak tentang dunia  dalam usia yang semuda ini?”

Sang tamu menjawab,” Tuan, Brahmana dengan kekuatan mantra dan ramuan ajaib, hamba bisa berpergian seribu yojana dalam setengah hari.”

“Mohon berikanlah hamba obat-obatan itu,” kata sang brahmana,” saya sangat ingin mengetahui seluruh dunia”

Tamu itu adalah orang yang sangat dermawan, maka ia kemudian mencampurkan beberapa formula dan mengusapkannya pada kaki sang brahmana. Ia kemudian memberitahukan apa yang harus dilakukan pada Brahmana itu.

Brahmana itu kemudian mengatakan  bahwa ia akan pergi dalam jarak seribu yojana dan kembali pada sore harinya. Pertama-tama ia mengunjungi Himalaya dan sampai disana dalam waktu satu detik. Ia berkeliaran disana, pada saat itu tanpa disadarinya, es yang ada dipegunungan itu membasuh habis ramuan yang ada di kakinya. Sementara itu, sang brahmana sibuk mengawasi pemandangan yang indah yang ada didepannya, yang merupakan tempat yang paling disukai oleh para deva, gandharva, dan apsara. Ia melihat air terjun dan nyanyian burung-burung. Ia juga mencium bau harum dari bunga-bunga yang tidak diketahui asalnya. Saat itulah ia berpikir untuk meninggalkan tempat itu dan memutuskan untuk kembali keesokan harinya. Dan saat itulah ia baru menyadari bahwa dirinya tidak bisa kembali karena ramuan yang dibawanya telah hilang dihanyutkan oleh es tadinya. Ketika brahmana itu mencari jalan untuk bisa ketempatnya semula , seorang apsara yang bernama VAruthini, melihatnya dan seketika itu juga jatuh cinta kepadanya. Dia ingin agar sang brahmana menikahkannya dan tinggal bersamanya. Akan tetapi sang brahmana ingin pulang sebelun senja datang. Maka ia kemudian berdoa pada deva Agni agar ia bisa kembali pulang. Dan deva Agni membantunya untuk bisa kembali pulang.

Sedangkan Varuthini menjadi sangat tersiksa. Dia ingin menikahi brahmana itu dan tidak bida dipuaskan oleh apapun juga. Maka akibatnya, tubunga mulai kurus dan tak terurus lagi.

Sementara itu, ada seorang gandharva yang bernama Kali yang dari dahulu ingin menikahi Varuthini, akan tetapi Varuthinimencampakannya. Saat itu Kali melihat Varuthini sedang dalam keadaaan yang sangat tersiksa dan telah mengetahui apa yang sedang terjadi pada Varuthini. Ia meresa ini adalh kesempatan baginya untuk memenuhi keinginannya. Maka saat itu juga ia mengambil wujud yang menyerupai sang Brahmana, lalu mendekati Varuthini. Melihat hal itu Varuthini menjadi sangat gembira, karena dia tidak menyadari bahwa sebenarnya brahmana itu bukanlah brahmana  yang asli, maka dia pun menyetujui untuk menikah dengan Varuthini dengan syarat bahwa dia tidak boleh memandang wajah suaminya jika berada di dalam hutan. Dan persyaratan itu disetujui oleh Varuthini.

Maka Varuthini dan Kali pun menikah dan tinggal dengan bahagaia dipegunungan Himalaya. Mereka memiliki seorang anak yang bernama Svarocah, yang dinamakan seperti itu karena sinar tubuhnya yang cemerlang. Akan tetapi Kali langsung meninggal ketika Svarocah terlahir. Namun Svarocah lahir sebagai anak terpelajar dan mahir dalam veda, sastra dan seni berperang.

Ketika ia tumbuh menjadi seorang anak muda, Svarocah pergi mengunjungi gunung Mandara. Disna ia melihat seorang wanita yang sangat ketakutan dan datng padanya sambil berkata, “Selamatkan aku!

Svarocah menjadi ingin tahu tntang apa yang sedang terjadi, dan wanita itu kemudian meceritakan kisah yang menimpanya.

Namanya adalah Manorama dan dia adalah putri dari seorang Vidyadhara (penyanyi surga) yang bernama Indivara. Dia memiliki dua orang teman yang bernama Vibhavari dan Kalavati. Pada suatu hari ketiga teman itu pergi ke gunung Kailasa. Disana mereka melihat seorang rsi yang sangat lemah tubuhnya karena tapasya yang dilakukannaya. Suaranya lemah karena lapar dan matanya sangat sayu. Melihat keadaan rsi ini Manorama mulai inginmempermaikan sang rsi. Maka sang rsi kemudian menjadi sangat marah dan mengutuk bahwa dia akan diculik oleh seorang raksasa. Namun kedua temannya memprotes karena mereka berpikir seorang rsi yang melakukan tapasya tidak boleh tergugah dan marah oleh tindakan yang sekecil apapun. Apa asrtinya seorang  rsi yang tidak bisa mengendalikan amarahnya? Akan tetapi  bukannya sang rsi sadr akan apa yang dikatakan itu namun beliau malah mengutuk mereka bahwa Vibhavari dan Kalavati akan menderita lepra dan Kalavati akan mederita TBC.
Maka seketika itu juga terjadi seperti apa yang dikatakan oleh rsi itu. Sedangkan Manorama, tiga hari setelah kejadian itu, dia terus diikuti oleh seorang raksasa yang sangat menakutkan.

“Tidakkan anda mendengar suaranya?” Tanya Manorama pada Svarocah.
Manorama memiliki sebuah senjata sakti. Senjata itu telah diberikan oleh Rudra pada Svayambhuvamanu dan dari Svayambhuvamanu diberikan pada VAsistha. Dan kakek Manorama menerimanya dari rsi Vasistha, sehingga sekarang Manorama yang memilikinya. Dia kemudian menawarkan senjata itu pada Svarocah jka ia mau melindunginya dari serangan raksasa jahat itu. Dan Svarocah setuju untuk melakukannya dan Manorama kemudian mengajarkan tentang cara untuk melepaskan mengendalikan dan manarik senjata itu.

Sementara itu sang raksasa yang mengikuti Manorama telah datang dengan suara yang sangat menakutkan. Akan tetapi Svarocah berpikir bahwa ia hendaknya membiarkan raksasa itu menangkap Manorama untuk beberapa waktu dan ini untuk membuktikan agar kutukan sang rsi bisa berjalan seperti adanya. Maka ia kemudian menungggu agar raksasa itu benar-benar menangkap Manorama, sebelum mengangkat senjatanya.

Melihat senjata yang dipegang oleh Svarocah, raksasa itu memohon agar Svarocah tidak menggunakan senjata itu untuk menyerangnya.

“Aku akan menceritakan kisahku,” kata raksasa itu.” Rsi Brahmamitra telah mengutukku bahwa dan sekarang kau telah melepaskan aku dari kutukan itu. Namaku adalah Indivara dan aku adalah ayah dari Manorama. Rsi Brahmamitra adalah orang yang terpelajar dalam hal ilmu pengobatan dan aku ingin belajar ilmu itu dari beliau. Akan tetapi beliau menolak permintaanku. Maka secara diam-diam aku mempelajari semua ilmu itu hanya dengan mengintipnya ketika beliau sedang mengajarkan ilmu itu pada murid-muridnya, dalam waktu delapan bulan aku sudah bisa mengusainya semua pelajarannya. Ketika akhirnya beliau mengetahui semua itu, maka beliau kemudian mengutuknya menjadi seorang raksasa. Aku berlutut di kaki dan memohon ampun. Namun sang rsi berkata bahwa aku akan terbebas dari kutukan itu saat dimana aku ingin memakan anakku sendiri. Dan terimakasih kepadamu atas datangnya hari pembebasanku ini. Katakanlah apa yang kau inginkan dariku. Atau setidaknya nikahilah putriku.

Indivara mengajarkan ilmu Ayurveda (ilmu pengobatan) pada Svarocah. Akan tetapi ketika waktunya tiba bagi Svarocah untuk menikah, tiba-tiba Manorama menolaknya. Sebenarnya dia bukan tidak ingin menikah dengannya, karena bagaimanapun juga ia juga telah jatuh cinta padanya, akan tetapi dia merasa belum siap karena sebelum teman-temannya terbebas dari penderitaan lepra dan TBC mereka.

Akan tetapi ini bukanlah masalh bagi Svarocah karena ia telah mempelajari teknik, dengan ilmu ini ia membebaskan Vibhavari dan Kalavati. Selanjutnya ia kemudian menikahi Vibhavari dan Kalavati. Sedangkan Vibhavari yang mengusai bahasa semua mahluk kemudian mengajarkan pengetahuan ini kepada Svarocah. Dan Kalavati yang mengusai seni yang disebut PAdmini, yaitu seni untuk mengendalikan semua permata, juga mengajarkan teknik ini kepadanya.

Svarocah akhirnya hidup bahagia dengan bersama dengan tiga orang istrinya dan masing-masing memilk seorang putra. Ketika  anak-anaknya sudah dewasa, masing-masing telah dibuatkan kota oleh svarocah dengan menggunakan kekuatan Padmini.

  JARASANDHA Kamsa menikah dengan dua putrid Jarasandha. Anak-anak perempuan Jarasandha ini adalah Asti dan Prapti. Mendengar bahwa Krishn...